Ia menyampaikan pemahaman mengenai peran Badan Gizi Nasional dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia, serta bagaimana bersama-sama mengatasi permasalahan gizi buruk di Indonesia khususnya yang terjadi di Bengkulu.
“Di karenakan masih tingginya angka malnutrisi dan stunting di Indonesia termasuk di wilayah Bengkulu Gizi yang buruk berdampak pada prestasi dan kesehatan jangka panjang Negara harus hadir menjamin hak anak untuk hidup sehat dan tumbuh optimal,” terang Eko Kurnia Ningsih.
“Oleh karena itu mari kita bersinergi antara program MBG sebagai bentuk peduli serta mengambil peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di kota Bengkulu ini,” tambahnya.
Program MBG akan menyasar pada empat kelompok penerima manfaat yakni peserta didik usia PAUD hingga SMA, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.












