Menurutnya, strategi dagang harus berorientasi pada pembangunan petani, bukan sekadar menjaga neraca dagang.
DPN HKTI mengusulkan agar diplomasi dagang difokuskan pada prinsip trade for development. Tujuannya adalah menciptakan kesejahteraan petani di tengah tantangan global. Selain itu, daya beli masyarakat juga harus ditingkatkan lewat insentif seperti bantuan sosial dan program makan bergizi gratis.
“Kami mendorong percepatan program makan bergizi gratis. Ini bisa disinergikan dengan peningkatan produksi pangan lokal, misalnya lewat pola intercropping di lahan perkebunan dan regenerative agriculture di lahan kritis,” tambah Fadli.
Delegasi DPN HKTI yang hadir pada sarasehan ekonomi bersama Presiden Prabowo Subianto terdiri dari Dr. Delima Azahari, Ir. Iriana Muadz, Drs. Manimbang Kahariady, Ir. Mulyono Machmur, MS., dan Dra. Anita Ariyani, juga mengusulkan akselerasi sektor riil. Caranya dengan memberikan stimulus fiskal dan nonfiskal, serta pemanfaatan Dana Keluar dan Pajak Ekspor dari BPDP untuk mendongkrak produktivitas petani.












