Terrnate, BEDAnews.com
Rapat kerja daerah Partai demokrasi Indonesia perjuangan provinsi Maluku Utara yang di laksanakan di Aula Pertemuan Royal Resto kota Ternate, Sabtu lalu dengan tema "ORGANISIR, KAWAL DAN AMANKAN SUARA".
Rapat Kerja Daerah di buka oleh Sekjen PDI-Perjuangan Khomarudin Watubun dan Andrea Hugo Parera. Rapat tersebut terjadi aksi protes dari beberapa DPC-DPC kabupaten kota se-provinsi Maluku Utara, sehingga proses rapat kerja pun terhambat akibat terjadi pro kontra antara pengurus partai yang berlambang kepala banteng tersebut.
Tdak Hanya di dalam Ruang Rapat, bahkan aksi protes pun terjadi di luar ruangan rapat dengan tujuan protes terhadap beberapa unsur pimpinan dan juga kebijakan.akibat beberapa anggota pengurus DPC yang tidak mendapatkan undangan. Fatalnya lagi undangan yang di berikan bukan kepada pengurus yang lama, tetapi kepada pengurus yang baru yang berdasarkan dengan surat rekomendasi DPP.
Hingga menjelang beberapa menit kemudian, situasi kembali redah dan rapat kerja pun mulai di buka oleh Khomarudin Watubun dan Andreas Hugo Perera. Acara pembukaan Rakerda pun berjalan dengan lancar, seraya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan kemudian di lanjutkan dengan Mars PDIP dan di lanjutkan lagi dengan penyampaian Pidato politik oleh Ketua DPD PDIP Rudi Erawan.
Dalam sambutannya, ketua DPD Provinsi Maluku Utara Rudi Erawan.yang juga Bupati pada salah satu kabupaten di wilayah provinsi Maluku Utara mengatakan bahwa, jikalau saya melakukan pelanggaran saya siap menerima sangsi atau hukuman dari pimpin pusat, apapun itu dan bila perlu kalau saya di suruh tiarap mati pun saya bersedia, katanya dengan lantang.











