“Konsolidasi dilaksanakan secara vertikal di seluruh PAC terdiri dari 10 Kecamatan dan 65 Kelurahan dan semua itu wajib dilakukan secara maksimal terbentuk infrastruktur partai seluruh wilayah Jakarta Timur. Setidaknya kita harus bercermin atas keburukan dan kelemahan pada pemilu 2019 lalu, dimana kita tidak mampu mendudukkan kader-kader PBB yang sudah berhelat dan berkompetisi pada Pemilu Legislatif DPRD DKI kala itu. Adapun raihan suara partai untuk seluruh dapil sangat jauh dari harapan,” katanya.
Ical menambahkan, pentingnya peningkatan konsolidasi dan percepatan pembenahan infrastruktur hingga ke level akar rumput secara masif dan terstruktur. Istilah yang dikutip dan dterapkan Ical dengan cara sederhana dan nyata keberadaannya yakni dengan pola strategi _”one structure, governed by one family” strategyc grassroot infrastructure_. “Setidaknya ada hasil yang di perolehan, data, fakta dan perolehan suara kelak dikemudian dan semua ini adalah hasil konsolidasi yang akan dibangun dalam internal partai yang bertujuan pada kemenangan. Kami berkeyakinan dan optimis kalo saja semua ini dikerjakan dengan baik, tertib dan terstruktur secara optimal dan masif tentunya tidak ada istilah kata tidak menghasilkan sesuatu yang diraih. Bagi kami tidak ada yang mustahil apabila keseriusan dan kecerdasan kita diforong denfan semanfat untuk menang. Jangankan 10 kursi, 14 kursi pastikan mampu diraih tiap-tiap dapil 1 kursi ekstra bonus 4 kursi dari kader eksternal, kenapa tidak?,” imbuhnya.













