Atas keberhasilan itu, maka menurut Mulyadi, dapat dimaklumi jika muncul dukungan politik di tengah masyarakat, seperti spanduk, baliho, dan videotron, serta dukungan dari sekolompok anggota DPD lama dan baru terpilih kepada pimpinan DPD periode lama (2019-2024) untuk kembali memimpin DPD pada periode 2024-2029. Secara politik, dukungan yang bersifat eksplisit itu, bukanlah suatu hal yang harus dipersoalkan oleh siapapun termasuk anggota DPD RI.
“Secara gampangnya, bahwa keberhasilan pimpinan bersama anggota DPD periode 2019-2024 mengangkat nama baik DPD RI dilatari oleh kriteria rekrutmen politik yang berimplikasi pada semangat dan tekad politik untuk selalu mengorganisir aspirasi politik lokal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di daerah,” tutupnya. (Red).











