“Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengintegrasikan program pemenuhan gizi dengan upaya pemulihan ekonomi lokal. Dalam konteks pascabencana, tantangan yang dihadapi masyarakat tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga penurunan aktivitas ekonomi,” tutur Tengku Syahdana di Pidie Jaya, Rabu, (15/4).
Melalui skema program MBG, kegiatan ini diarahkan agar mampu menjadi pemicu awal bangkitnya kembali rantai pasok dan aktivitas usaha masyarakat secara bertahap.
Lebih lanjut, Tengku Syahdana juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan berbasis hasil. Forum yang digelar menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pelaku usaha lokal yang memiliki potensi untuk terlibat dalam rantai pasok.













