Bambang menyebutkan dalam pemberdayaan Bidang Ekonomi Dompet Dhuafa Jawa Barat menginisiasi program Desa Tani sejak Desember 2018. Program Desa Tani menjadi titik awal bagi Petani-petani Lokal dan Dhuafa untuk dapat eksis menggarap lahan Tani Sendiri. Sehingga mampu meningkatkan Perekonomian Petani Lokal. Pada awal berdirinya, Desa Tani memiliki luas lahan 1,2 Ha dengan 12 orang Penerima Manfaat.
“Memasuki tahun Ke-Tiga ini, Program Desa Tani berkembang ke Sektor Koperasi pengadaan sarana produksi pertanian, dari luasan lahan juga mengalami perkembangan yaitu dengan total luas lahan 2,8 Ha dengan total 52 orang penerima manfaat,” jelas Bambang.
Turut hadir dalam acara Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti. Dalam sambutannya, Yuli sangat mengapresiasi keberadaan Koperasi Tani Agronative dan program Desa Tani Dompet Dhuafa Jabar.
“Desa Tani ini adalah suatu program yang memberikan kebermanfaatan dan menginspirasi para Petani. Di masa pandemi yang melanda seluruh negeri ini, Sektor Pertanian tenyata masih memberikan andil yang positif. Dapat dilihat dari pertumbuhan PDB pada Sektor Pertanian satu-satunya yang positif dengan peningkatan sebesar 1,75 persen dan subsektor hortikultura menyumbang peningkatan paling tinggi di angka 4,17 persen,” papar Yuli.
Lebih lanjut Yuli mengajak seluruh pihak terkait untuk mendukung para Petani Indonesia. Khususnya Hortikultura, agar bisa terus meningkatkan produksinya. Bahkan sampai bisa memenuhi Pasar Ekspor. Pasar Ekspor ini masih sangat terbuka lebar kesempatannya. Yuli berharap keberadaan Koperasi Tani Agronative, bisa menginspirasi para petani lainnya di seluruh daerah di Indonesia.













