Maluku Utara, BEDAnews.com
Pengembangan bisnis dan investasi di sektor perikanan menjadi fokus Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara sebagai upaya mendorong perekonomian daerah Malut melalui peningkatan iklim investasi sekaligus mewujudkan Maluku Utara sebagai Lumbung Ikan Nasional.
Kepala Dinas DKP Malut acara Marine and Fisheries Business and Invisment forum investing aquaqulture and seafood value chain bertempat di Ballroom gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu 30 Maret 2016 lalu, dihadapan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti dilakukan penandatanganan kerja sama bisnis dan investasi antara PT. Alam Jaya Jakarta dan Inkubator Mina Bisnis Albacore Ternate.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara Buyung Radjiloen yang juga hadir pada cara tersebut menjelaskan bahwa, kerja sama bisnis dan investasi antara kedua pelaku usaha perikanan ini adalah khusus untuk pemasaran produk ikan Tuna Tongkol Cakalang (TTC) beku dengan nilai investasi mencapai 10,8 milyar per tahun. Perairan Maluku Utara memang sangat kaya akan potensi sumber daya ikan terutama TTC, sehingga banyak diminati oleh investor baik dalam maupun luar negeri.
Buyung mengatakan, 60 % hasil tangkapan ikan di Maluku Utara didominasi oleh TTC sehingga potensi ikan kita sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi komoditi unggulan perikanan Maluku utara. Apa yang kita dorong melalui kerjasama bisnis dan investasi ini adalah untuk memacu peningkatan iklim investasi dan tumbuhnya industri perikanan skala besar yang dapat menampung hasil tangkapan nelayan Maluku Utara.
Selama ini tanpa kita sadari, daerah kita mengalami kerugian sangat besar akibat pola penangkapan dan distrubusi yang merugikan akibat Unregulated dan unreported. Karenanya kita harapkan dengan upaya mengembangkan kerja sama bisnis dan investasi semacam ini akan mendorong tumbuhnya industri perikanan skala besar yang dapat menampung sekaligus mengolah (prosesing) hasil tangkapan di wilayah kita tanpa harus dibawa keluar daerah, jelasnya.
Buyung juga mengatakan, pihaknya tetap optimis bila pemerintah daerah konsisten dengan strategi ini maka tidak mustahil dapat segera kita wujudkan Maluku Utara sebagai Lumbung Ikan Nasional, katanya.
Buyung juga menyampaikan, disamping kerja sama antara PT. Alam Jaya Jakarta dan Inkubator Mina Bisnis Albacore Ternate, juga telah dilakukan pembicaraan dengan salah satu investor yaitu PT. Gemilang Akal Swasti untuk pengembangan investasi budidaya rumput laut di Maluku Utara.
"Kami telah melakukan pembicaraan intensif dengan direktur PT. GAS untuk rencana investasi rumput laut di Maluku Utara yang rencananya akan kita kembangkan di beberapa kabupaten antara lain Morotai, Halsel dan Pulau Taliabu. Mereka sangat berminat dan menyampaikan target produksi sebesar 700 ton per tahun. Dengan potensi lahan (caring capacity) yang kita punyai kami optimis rencana investasi ini dapat diwujudkan sehingga dapat membantu pemasaran pembudidaya rumput laut serta membuka wira usaha baru bagi masyarakat kita,” ungkapnya.
Menurutnya, Pengembangan usaha budidaya rumput laut ini juga penting sebagai mata pencaharian alternative bagi nelayan kita disaat tidak melaut, sehingga akan menambah pendapatan nelayan serta meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Dalam waktu dekat pihak investor akan segera berkunjung ke Maluku Utara dan akan melakukan pembicaraan dan survey lokasi.
Pihaknya pun menambahkan, sebelumnya telah bersama bapak Bupati Halmahera Barat didampingi kadis KP kab. Halbar telah melakukan pertemuan dengan salah satu calon investor di Jakarta untuk rencana pengembangan budidaya tambak udang vaname dan telah disepakati untuk pengembangan 1000 Ha lahan tambak udang vaname di kabupaten Halmahera Barat.
“Diharapkan kedepan, Kabupaten Halmahera Barat menjadi pusat pengembangan budidaya darat terbesar di Maluku Utara dengan komoditas udang vaname sebagai komoditas unggulan,” imbuhnya.
Dukungan penuh Bupati Halmahera Barat terhadap rencana investasi ini mendapat respon besar dari pihak calon investor dan telah dijadwalkan pada tanggal 4 April nanti akan dilakukan kunjungan sekaligus survey lokasi. “Kami sangat berterima kasih dan ini merupakan bukti adanya sinergitas antara Pemprov dan Pemkab untuk sejalan mendukung sektor Perikanan menjadi leading sektor di Maluku Utara,” pungkasnya, seraya menambahkan harapan kami hal semacam ini juga akan dapat kami dorong untuk pengembangan sektor perikanan di kabupaten kota lainya di MalukuUtara. (Adv/SN)












