Namun, ia memilih tidak membalas stigma tersebut dengan perdebatan. Raply justru ingin membuktikannya melalui karya dan ruang tampil yang lebih luas.
“Saya tidak menghiraukan hal tersebut, melainkan lebih memilih untuk membuktikannya. Seorang DJ tidak hanya tampil di kelab malam. Kami dapat tampil di acara pernikahan, kafe, coffee shop, gathering, komunitas, acara formal maupun nonformal, hingga kegiatan olahraga. Sebenarnya, profesi DJ dapat masuk ke semua lini kegiatan,” ujar Raply kepada Inapos pada Rabu (23/9/26).
Menurutnya, perkembangan industri kreatif membuat musik elektronik memiliki ruang yang semakin luas. DJ dapat hadir dalam berbagai jenis acara dengan menyesuaikan konsep dan karakter musik yang dimainkan.













