Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber, di antaranya Tenaga Ahli Profesional Lemhannas RI, Vita DD Soemarno, Akademisi UIN, Syarif Hidayatullah Adi Prayitno, serta Peneliti Senior Pusat Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Moch. Nurhasyim.
Dalam paparannya, Adi Prayitno menjelaskan, berdasarkan penelusuran kuantitatif, Indonesia mengalami kemunduran demokrasi (democracy regression) pada 2016–2020. Hal ini terlihat dari indikator indeks demokrasi yang dikumpulkan The Economist Intelligence Unit (EIU), Freedom House dan V-Dem Institute. Meskipun begitu, terdapat tren kenaikan demokrasi secara perlahan sepanjang 2021–2022.
“Meskipun begitu, terdapat sejumlah hal yang dapat meningkatkan optimisme kita terkait demokrasi di Indonesia. Misalnya kemunduran demokrasi di Indonesia tidak separah negara-negara lainnya dan terdapat dukungan elit dan partai politik tertentu yang masih menginginkan untuk menjaga demokrasi di Indonesia,” kata Adi Prayitno.












