Garut, BEDAnews
Pendistribusian naskah dan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Garut berjalan lancar sampai ke daerah pelosok. Para peserta pun mulai melaksanakan UN hari pertama.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Mahmud, mengatakan sehari semalam sebelum pelaksanaan UN, panitia mendistribusikan naskah dan lembar jawaban UN secara cepat.
"Semuanya sudah sampai ke sekolah masing-masing. Keterlambatan pencetakan dan distribusi naskah dan lembar jawaban UN dari pusat sempat membuat khawatir petugas pelaksana UN," ungkap Mahmud saat ditemui BEDAnews.com Selasa (16/4/2013), adapun soal keterlambatan distribusi dari pusat kata Mahmud itu dikhawatirkan akan memperlambat distribusi ke pelosok Garut. Terutama sekolah di kawasan selatan Kabupaten Garut.
Selain itu, pendistribusian naskah dan lembar jawaban UN dibantu menggunakan mobil patroli Polres Garut dan Polsek masing-masing kecamatan. Pelaksanaan UN mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sekalipun pelaksanaannya ada pengawalan yang ketat, diharapkan siswa/siswi lulus semua dengan nilai yang memuaskan, ungkap Mahmud.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut, Agus Hamdani, beserta sejumlah pejabat Dinas Pendidikan meninjau pelaksanaan UN di sejumlah sekolah di wilayah Garut Kota.
Di Garut terdapat 8.087 siswa dari 63 SMA yang mengikuti UN 2013. Selain itu, terdapat 4.377 siswa dari 84 MA dan 8.978 siswa dari 75 SMK, namun bupati beserta rombongan hanya berkesempatan meninjau SMKN 2, SMAN 11, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Garut. Dari hasil peninjauan itu, satu pelajar SMAN 11 tidak ikut UN karena sakit.
"Hasil penjauan tadi di sejumlah sekolah, alhamdulilah lancar. Siswa semua melaksanakan UN. Cuma ada 1 siswa tidak masuk karena sakit. UN yang berakhir sampai Kamis ini, mudah-mudahan nanti mendapatkan hasil UN yang bagus dan memuaskan, kata Bupati.
Bupati Garut, Agus Hamdani berharap hasil Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Garut lebih bermutu. Itu karena sejak soal UN didatangkan, hingga pelaksanaan UN, pengawasan yang dilakuikan sangat ketat. “Jadi kalau prosesnya ketat, hasilnya pun bisa bermutu,” kata Agus. (Sighar)











