Bandung, BEDAnews
Masalah iklan promosi pariwisata Jawa Barat yang menampilkan Ahmad Heryawan pada beberapa media televise, yang hanya dilaksanakan 1 bulan di awal tahun 2013 menjelang pelaksanaan pemilu gubernur Jabar, menjadi salah satu sorotan Komisi B DPRD Jawa Barat yang menilai tidak terencananya kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Jawa Barat, dalam penataan pariwisata Jawa Barat yang betul-betul terpadu.
“Sampai saat ini kita belum melihat penataan pariwisata yang betul-betul terpadu dan mengurus apa yang menjadi icon destinasi yang menjadi urusan Pemprov Jabar,” ungkap Ketua komisi B DPRD Jawa Barat, Selly A Gantina kepada Bedanews.com, diruang kerja komisi B DPRD Jawa Barat, jl. Diponegoro Bandung Rabu (28/8/2013).
Yang dimaksud Pariwisata oleh Pemprov Jabar saat ini, lanjut Selly, adalah pariwisata yang jadi andalan pariwisata Kabupaten/kota, sementara Pemprov sendiri tidak memiliki kemajuan untuk membantu secara maksimal terhadap icon yang harus dibangun.
Dicintohkannya, “Kenapa iklan pariwisata Jabar hanya dilakukan di awal tahun saja di TV, kenapa di bulan 3, 6,… 12 tidak ada iklan, apa anggarannya hanya cukup untuk 1 bulan saja, kalau hanya cukup satu bulan harusnya bisa dibuatkan untuk 12 bulan, tidak habis untuk 1 bulan itu saja, dong,” ungkapnya.
Jadi saya lihat kinerja disparbud ini tidak maksimal. Ia hanya menjalankan tugas, dengan kewajiban promosi saja, selesai. Tidak ada keseriusan mereka untuk menggarap pariwisata secara berkelanjutan, terlepas itu mau dipakai untuk iklan “kampanye”, kinerja mereka ini hanya sebatas asal kerja dan tidak terencana dengan matang. “Ini harus jadi evaluasi dari Inspektorat dan Pemprov Jabar,” tegasnya. (hermanto)











