Sebelumnya, dalam upaya pengoptimalan lahan di Bandung Dispangtan pernah menggagas konsep Urban Farming di medio 2014 silam. Gin Gin menyebutkan, gagasan Urban Farming ini mengurangi 5-6 persen ketergantungan pangan di Kota Bandung.
“Output dari Urban Farming ini sudah cuku bagus. Selain masyarakat bisa memanfaatkan hasil panen untuk keperluan pangan di rumah, beberapa masyarakat juga berhasil menjual hasil berkebunnya,” ujar Gin Gin.
Melalui acara Bandung Agri Market, Gin Gin berharap gairah masyarakat Bandung untuk menghasilkan prodak pangan dan pertanian semakin tinggi. Meski pun ketersediaan lahan di Kota Bandung bisa dibilang terbatas.
“Angka impor pangan di Kota Bandung ini cukup tinggi. Karena ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting, melalui BAM ini kita edukasi masyarakat agar mereka bisa menghasilkan produk pangan dan tani sendiri. Hasilnya, minimal cukup untuk kebutuhan di rumah masing-masing,” papar Gin Gin.











