Kesit menambahkan, penyelenggaraan MHT 2026 memiliki makna khusus karena berlangsung menjelang peringatan lima abad Jakarta.
Oleh sebab itu, ia berharap, para peserta mampu menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara jurnalistik, tetapi juga memiliki nilai dokumentasi sejarah yang kuat.
“Jakarta memiliki perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kami ingin karya-karya yang lahir dari ajang ini menjadi bagian dari catatan sejarah sekaligus refleksi atas transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada identitas dan kepentingan warganya,” katanya.
Melalui Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin 2026, PWI Jaya berharap, semangat jurnalisme berkualitas terus tumbuh di tengah perubahan lanskap media. Di saat informasi dapat diproduksi dan disebarkan begitu cepat, karya jurnalistik yang akurat, berimbang dan berintegritas tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat. Ajang ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pemacu lahirnya karya-karya terbaik yang mampu mengawal perjalanan Jakarta menuju masa depannya. (Red).













