Menurut Oded, kolaborasi di wilayah dengan non formal leader, seperti RT, RW, Tokoh Masyarakat juga penting. Karena meski pun memiliki perangkat teknologi yang handal, tetapi kalau input data masyarakat tidak bagus maka sistem yang dibangun hanya tinggal sistem saja.
“Misalkan ketika ada yang meninggal atau pindah tidak lapor, ini sangat penting. Oleh karena itu, saya harap operator di lapangan harus memanfaatkan teknologi secara optimal. Sehingga mudah-mudahan akurasi data di Kota Bandung bisa sangat baik dan berkualitas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar mengungkapkan Kota Bandung terpilih menjadi bagian dari uji coba, karena dinilai sumber daya termasuk masyarakatnya bisa turut mengimplementasikan SIAK Terpusat ini.













