Bambang mengungkapkan, evaluasi PJJ tahun ajaran lama juga dilakukan dengan menyurvei orang tua, siswa, dan termasuk para guru.
Survei dilakukan kepada 10.923 orang tua, lalu 26.628 peserta didik, dan 6.600-an guru.
“Kita sudah evaluasi kegiatan tahun lalu ternyata kegiatan PJJ semua sekolah di Kota Bandung diakui ada kendala karena sudah berlangsung cukup lama. Ada kendala di guru, sekolah, orang tua dan siswa. Itu juga macam-macam,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi, akan disiapkan sejumlah inovasi menghadapi tahun ajaran baru. Di antaranya yakni menyiapkan kurikulum khusus yang disesuaikan dengan kondisi pandemi saat PJJ.
“Inovasi yang akan dilakukan pertama adalah mendorong desain kurikulum khusus adaptif jadi dua moda. Mungkin PJJ atau mungkin juga PTM,” jelasnya.













