HeadlinePendidikan

Disdik Jabar Susun Aturan Pembelajaran Tatap Muka Di Masa AKB

Kadisdik Jabar Dedi Supandi : Disdik Jajbar Susun aturan KBM di sekolah dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Bandung BEDAnews.com – Menjelang dibukanya pembelajaran tatap muka di sekolah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, menyatakan pihaknya sedang menyusun peraturan tentang pembelajaran tatap muka pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Tetapi Dedi menegaskan, kesehatan peserta didik adalah hak utama yang harus dipenuhi sebelum hak pendidikannya di masa pandemi saat ini.

“Kesehatan dan keselamatan adalah prioritas utama bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan semua warga di satuan pendidikan,” tegas Kadisdik dalam Webinar bertajuk “Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Pendidikan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan, Sabtu (1/8/2020).

Dijelaskannya, syarat dibukanya kembali pembelajaran di sekolah, yakni saat wilayah di kecamatannya sudah zona hijau dan telah diizinkan oleh kepala daerah setempat. Disamping itu, satuan pendidikan (sekolah) harus memenuhi syarat dan prosedur untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah.

Baca Juga  Ocha, Notaris Cantik Sang Presiden Lions Club

Syarat tersebut mencakup tersedianya fasilitas sanitasi, kesehatan, dan kebersihan, kemampuan menjaga jarak sepanjang 1,5 meter antar peserta didik, mewajibkan pemakaian masker serta kecukupan jumlah guru yang masuk dalam batas usia dan tidak rentan (kurang dari 35 tahun).

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun akan memberikan panduan berupa daftar periksa untuk membantu pengambilan keputusan terkait kesiapan pembukaan di tingkat satuan pendidikan. Tugas tersebut nantinya akan dibantu oleh kantor cabang dinas dan pengawas sekolah,” tuturnya.

Dari total 257 kecamatan setelah dilakukan pengecekan, yang berada di zona hijau, hanya 247 kecamatan yang dinilai siap membuka aktivitas pembelajaran di sekolah.

Dedi perkirakan, proses persiapan ini membutuhkan waktu dua pekan.”Gugus tugas covid dan kantor cabang dinas butuh dua pekan untuk melihat kesiapan sekolah,” sebutnya. @herz

Tags
Back to top button
Close
Close