Pengawas PLB Sukabumi Disdik Jabar Yogas Kustijaman menambahkan para tokoh yang tergabung pokja pendidikan inklusif diajak mengikuti workshop agar saat mereka menyusun program-program penanganan permasalahan pendidikan inklusif pemahamannya sudah sama. “Sehingga terjadi sinergitas, dari atas ke bawah,” jelasnya.
Bila sinergitas sudah terbentuk, diharapkan role model pendidikan inklusif yang sudah ada bisa saling mengisi, yang belum bisa dibuatkan regulasinya.
“Mendorong stakeholder di daerah untuk menerbitkan perundang-undangan atau perda atau perbup atau perwali terkait implementasi pendidikan inklusif. Karena masih banyak kabupaten kota yang belum punya peraturan tersebut,” katanya.
Bila semua daerah sudah punya regulasi terkait pendidikan inklusif, diharapkan perhatian kabupaten kota se Jabar terhadap difabel bisa lebih meningkat, perhatian pemerintah daerah terhadap anak berkebutuhan khusus bisa lebih baik.













