GKR Pakoe Boewono hadir membawa semangat membangun jembatan kultural antara dua bangsa serumpun yang secara historis memiliki keterkaitan mendalam, terutama melalui warisan kerajaan-kerajaan lama yang pernah berjaya di wilayah Pulau Timor.
Dalam sambutannya, Dubes Roberto menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan kehormatan dari pihak Keraton Surakarta.
Ia menyebut, meskipun Timor Leste kini berbentuk republik, sejarah mencatat keberadaan kerajaan-kerajaan lokal di masa lalu, seperti Kerajaan Belu, yang memiliki hubungan sejarah dan budaya dengan wilayah Indonesia, khususnya Belu (Nusa Tenggara Timur).
“Hari ini Timor Leste sudah tidak memiliki sistem kerajaan, namun kami tetap melestarikan adat dan budaya. Kami senang menerima kunjungan dari Keraton Surakarta dan berharap ke depan dapat memperluas kerja sama, baik dalam bidang pendidikan maupun pertukaran budaya,” ujar Dubes Roberto.













