Kunjungan ini menandai dimulainya komunikasi budaya lintas negara yang berakar dari nilai-nilai sejarah leluhur. Di antara topik yang mengemuka adalah pentingnya hubungan antara Keraton Surakarta dan adat yang ada dikerajaan-kerajaan tua di kawasan Timor seperti Kerajaan Wewiku-Wehali dan Tasifeto, yang bahasanya, Tetun, hingga kini digunakan sebagai bahasa utama di Timor Leste.
Walau kini Timor Leste dan Indonesia terbagi secara geopolitik, ikatan budaya, adat, dan leluhur tetap menjadi simpul pemersatu.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju diplomasi budaya yang lebih erat, sekaligus memperkuat peran Keraton Kasunanan Surakarta sebagai penjaga warisan peradaban Nusantara. (Red).













