Pertemuan ini disebutnya sebagai langkah penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga demi meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan layanan kesehatan di Tanah Air.
“Kami berkomitmen memperkuat komunikasi, memperbaiki sistem, dan memastikan pendanaan agar program percepatan ini benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegas Ghufron.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan pihaknya telah membentuk Tim Percepatan Pemenuhan Dokter Spesialis dan Dokter Umum. Salah satu quick wins program adalah pengiriman residen tahap mandiri dari berbagai fakultas kedokteran ke daerah-daerah yang membutuhkan.
“Kami sedang merumuskan bagaimana kolaborasi antar program studi, rumah sakit, masyarakat dan daerah dapat saling menguatkan, tanpa mengurangi kualitas pendidikan spesialis di Indonesia,” ungkap Menteri Brian di Gedung BPJS Kesehatan.













