Direktur CLS, Abdul Haris Nepe mengungkapkan, kendati Pilpres atau Pemilu 2024 masih jauh, namun isu-isu politik identitas sudah mulai muncul, terutama di media sosial.
Hal itu menurutnya, dibarengi dengan mencuatnya praktik-praktik intoleransi di tengah masyarakat. Meski kecenderungannya masih sporadis di berbagai daerah, namun hal itu cukup mengkhawatirkan.
“Apabila fenomena ini tidak dibendung, dikhawatirkan akan menumbuhkan akar konflik yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Nalar kebhinekaan ini perlu terus dirawat. Sebab nalar atau persepsi inilah yang sesungguhnya bisa merubah sikap masyarakat,” kata Haris melalui keterangannya, Sabtu (28/5).
Ia menandaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan. Oleh karenanya, kata dia, jika menjadikan perbedaan sebagai akar konflik, maka sudah menafikan ketetapan-ketetapan Tuhan.











