Karena itu, yang harus diwaspadai bukan identitas masyarakatnya, tetapi potensi eskalasi emosional setelah putusan dibacakan.
Jika putusan MK sesuai dengan harapan suatu kelompok, akan ada euforia.
Jika tidak sesuai, akan ada kekecewaan.
Keduanya adalah hal yang manusiawi.
Yang tidak boleh adalah ketika euforia berubah menjadi penghinaan, dan kekecewaan berubah menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban.
Dalam perspektif keamanan, kita tidak boleh menunggu konflik terjadi baru kemudian bertindak.
Deteksi dini harus mendahului eskalasi.
Komunikasi harus mendahului pengerahan kekuatan.
Dialog harus mendahului tindakan represif.
Dan aparat harus hadir sebagai penenang, bukan sebagai pihak yang ikut masuk ke dalam pertarungan narasi.
*INILAH UJIAN SEBENARNYA BAGI KAPOLRI BARU*













