Tak hanya TNI, penyuluh pertanian setempat juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara petani, Babinsa dan penyuluh menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian hama secara cepat dan tepat, menjaga agar produksi pangan tetap stabil dan terhindar dari gagal panen.
Apa yang dilakukan oleh Pelda Sunarman bersama petani di Trenggalek bukan hanya tentang penyemprotan pestisida. Ini adalah simbol perlawanan terhadap ancaman krisis pangan, sebuah bentuk nyata sinergi antara kekuatan militer dan rakyat.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah gejolak iklim dan geopolitik dunia. TNI di tingkat desa menjadi bagian penting dari pertahanan nonmiliter, berdiri di sisi petani untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia.












