“Ini bagian dari tugas kami sebagai aparat teritorial. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian, tapi juga seluruh elemen bangsa, termasuk TNI. Bila petani sejahtera, negara akan kuat,” tegas Pelda Sunarman.
Kehadiran sosok Babinsa seperti Pelda Sunarman menjadi nafas baru dan penguat mental para petani desa. Tak sekadar aparat keamanan, Babinsa adalah sahabat di saat krisis, tangan pertama yang datang ketika petani merasa kewalahan menghadapi serangan hama.
Ketua Poktan Sri Sedono, Hasim, mengaku merasakan betul dampak kehadiran Babinsa. Menurutnya, TNI bukan hanya hadir saat seremoni tanam atau panen, tapi benar-benar terlibat dalam setiap fase perjuangan petani.
“Begitu hama menyerang, Babinsa langsung terjun membantu. Itu membuat kami merasa tidak sendiri. Semangat kami tumbuh karena tahu ada yang berdiri bersama kami,” ungkap Hasim dengan penuh rasa syukur.












