Regional

Dewan Minta Sikronisasi Pembangunan 19 JalanTol di Jabar

Bandung BEDAnews.com

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah pusat untuk mensikronkan rencana pembangunan jalan Tol di Jawa Barat, hal ini dim,aksudkan agar ada sinkronisasi antara Rencana Kerja Tahunan Nasional (RKTN) dengan Rencana Kerja Tahunan Daerah  (RKTD) Jawa Barat, sehingga ada kesinambungan skala prioritas.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsin Jawa Barat Daddy Rohanady, setibanya di DPRD Jabar usai melkakukan kunjungan kerja Ke Badan Pengelola Jalan Tol di Jakarta,  Rabu (22/3).

Dewan ingin mensinkronkan data yang ada di BPJT atau rencana blue print yang ada di pusat dengan rencana kita yang ada di Jawa Barat supaya ada sinkronisasi  antara rencana kerja pusat (RKTN) tahunan  dengan rencana kerja tahunan(RKTD) Kita.

“Kan harus sinkron itu mereka mau mengerjakan yang mana dulu,  kita logikannya akan  konsentrasi disana, kemudian dulu kita ribut-ribut ketika kita punya 14 ruas jalan tol ternyata di pusat hanya terdaptar 11 ada 3 ruas tidak terdaptar ini kan gak nyambung” Ujarnya.

Sekarang di pusat sudah beredar lagi 19 ruas tol,   kita masih pake angka 14 ruas mana 5 ruas lagi yang belum ketemu. Karena ketika akan ada yang di bangun logikanya itu butuh pembebasan lahan, jangan sampai kita konsentrasi disini padahal skala prioritasnya disana di tempat yang berbeda. Itu yang tida dikehendaki.

“Kita di Komisi IV berharap kawan-kawan di Pemprov Jabar nantinya berkirim surat ke BPJT,  kalau memang itu jadi solusi,  itu kan sederhana sekali jangan kemudian gara-gara selembar  surat itu,  kita gak match apa yang kita lakukan di Jabar dengan apa yang direncanakan di Pusat.  Itu keinginan kita.”Harap Daddy.

Dengan Sinkronisasi ini dewan ingin Semua Tol di Jawa Barat ini nyambung,  artinya kalau satu sisi yang baik tetapi kalau rencananya tidak sinkron dengan yang kita lakukan juga gak nyambung. Seperti Tol  Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi)  kita berpikirnya selesai sampai kota Sukabumi, ternyata  Pusat sudah mikirin sampai Cianjur dan Padalarang.  

Belum lagi sekarang  ada usulan Kab. Sukabumi pingin juga tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi)  sampai  ke arah kab. Sukabumi, usulannya sampai ke Pelabuhan Ratu untuk mempermudah akses dari kawan-kawan di Pelabuhan ratu menuju ibu kota provinsi Bandung.  

Paling tidak dari sisi pembangunan jalan tol ini  ujungnya bermuara pada IPM meskipun seolah-olah ini urusan pembangunan fisik tetapi ujungnya kita berharap IPM jawa Barat meningklat.

 “Bohong kalau itu tidak terjadi,  karena bagaimanapun dengan akses jalan yang bagus mobilitas barang dan jasa bahkan orang menjadi lancar, waktu sampainya barang dan jasa lebih singkat Costnya relatif lebih murah dan resiko busuk lebih kecil , dan itu menjadi pengungkit  roda perekonomian kita, ujungnya pasti peningkatan IPM di semua kabupaten kota.”

Kalau sisi perekonomian terungkit logikanya Indek daya beli terdorong lebih besar dong, kalau indek daya beli lebih besar logika nantinya Indek kesehatannya menjadi lebih baik, pendidikan lebih baiuk ujungnya IPMnya jadi lebih baik. @hermanto

Baca Juga  Pemkot Bandung Terapkan 50 Persen WFH, 50 Persen WFO

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close