Bandung Bedanews.com
Sejumlah rumah sakit umum daerah di Jabar yang meski telah menjadi rumah sakit rujukan, kondisinya dan kualitas pelayanannya.saat ini masih belum optimal, masih menghadapi berbagai macam persoalan seperti fasilitas yang tak memadai hingga kekurangan tenaga medis .
Kurangnya perhatian dari pemerintah tersebut mengundang keprihatinan Dewan dan meminta pemerintah untuk lebih menunjang rumah sakit rujukan tersebut dengan fasilitas yang memadai untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari yang melakukan kunjungan kerja ke RSUD Gunung Jati sebagai salah satu rumah sakit rujukan menyatakan. “Harus ada peningkatan kwalitas setelah jadi rumah sakit rujukan , Pemerintahan Provinsi harus tanggung jawab dengan status rujukan ini, untuk melayani masyarakat," kata Ineu di RSUD Sunan Gunung Jati Cirebon,
Ditmabhkan Ineu, Dewan akan mendorong pemprov agar menyalurkan anggaran untuk peningkatan kualitas rumah sakit rujukan tersebut, baik untuk penambahan fasilitas maupun tenaga medis.
"Tidak lagi ada derita bagi warga yang harus ngantri. Jabar ini penduduknya 46 juta," ucapnya.
Semenmtara Ketua Komisi IV H. Ali Hasan,S.Ip mengatakan, Pemprov Jabar mampu memberikan anggaran untuk kebutuhan tersebut.
“Semuanya mampu, permintaannya tidak banyak, hanya 5-8 miliar. Jadi, gubernur harus memerhatikan rumah sakit," kata Ali
Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis membenarkan kondisi memprihatikan yang terjadi di RSUD tersebut daftar tunggu pasien cukup lama hingga tujuh bulan.. sementara dirut RSUD Gunungjati Heru Purwanto mengatakan RSUD yang dipimpinnya hanya memiliki 400 kamar inap. Padahal, idealnya memiliki 800 kamar, dan sangat memerlukan sejumlah peralatan kesehatan@her













