BEDAnews.com Tasik
Peran Unit Pelaksana Teknis (upt)Jembatan Timbang sangat berdampak besar terhadap pemeliharaan jalan raya di Jawa Barat terutama dalam pengawasan lalulintas kendaraan-kendaraan dengan tonase yang besar.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Jabar, Nia Purwakania saat melakukan kunjungan kerja kerja ke UPT Jembatan Timbang Gentong, Tasikmalaya,
Dikatakan “Kegiatan jembatan timbang berperan besar dalam lalu lintas kendaraan khususnya kendaraan besar. karena itu, perlu keseriusan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.”katanya
Nomenklatur timbangan Instalasi Unit Penimbangan Kendaraan Bermotor (IUPKB) belum menjadi struktural dalam membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD).karena itu operasional UPT harus mendapat prioritas untuk menunjang optimalisasi pengawasan terhadap transportasi khususnya kendaraan berat yang melintas
Karenanya kebutuhan anggaran yang memadai untuk kesejahteraan pegawai di Jembatan timbang pun harus diatur pemerintah agar kinerja IUPKB tersebut dapat meningkat. Selain itu, realisasi anggaran IUPKB terwakili dalam peraturan khusus mengenai kesejahteraan pegawai.
Sementara itu, Kepala UPTD Jembatan timbang Gentong, Harisman mengatakan, Rata-rata perbulan kendaraan yang berhasil ditilang mencapai 1500 yang selanjutnya diproses ke pengadilan dan kejaksaan. tetapi, barang bukti yang bisa dijaminkan hanya buku uji, sementara surat-surat kendaraan tidak dapat dijaminkan.karena kewenangan diluar IUPKB.
Namun, kewenangan penindakan di UPTD tersebut terbatas dalam lintas batas wilayah. Para pelanggar umumnya tidak mematuhi petugas dilapangan lantaran pemeriksaan dijembatan timbang sebelumnya dinyatakan lulus uji timbang. Prosedur seperti itu perlu dikoordinasikan dengan baik pada UPT terkait. Setidaknya aturan main di jembatan timbang ada denda dan merata di setiap propinsi. @herz










