Bandung, BEDAnews
Menjelang Pemilihan Umum Legislatif 2014, Partai Demokrat Jawa Barat telah berancang-ancang untuk meningkatkan kualitas keterwakilan kader perempuannya di lembaga legislatif (DPRD), baik di Tingkat Provinsi Jawa Barat maupun di Kabupaten Kota di Jawa Barat dengan memberikan pembekalan kepada kader perempuan Demokrat dari seluruh DPC di Jawa Barat.
Hal ini diungkapkan Ketua Pemberdayaan Perempuan DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Hj. Suhartini Syahlan kepada Bedanews.com di ruang rapat Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Jawa Barat. Jl. Diponegoro 22 Bandung, Kamis (12/7).
Ditegaskan anggota Komisi E DPRD Jabar, yang berangkat dari Dapil Kota Bandung dan Cimahi ini, pada 2014 yang akan datang kualitas kader Perempuan Demokrat yang akan menjadi anggota DPRD harus lebih berkualitas, tidak semata hanya kuantitas.
Seperti diketahui saat ini, di DPRD Jawa Barat Partai Demokrat menempatkan 28 orang kadernya dan 8 di antaranya adalah perempuan atau sekitar 28,5%.
Ketua Pencalegan Perempuan PD Jabar ini juga mengakui bahwa dalam Pemilihan Legislatif 2009 lalu, Partai Demokrat secara kuantitas sudah hampir memenuhi harapan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif berdasarkan Undang-Undang sebesar 30%, dan diharapkannya dalam pileg 2014 mendatang PD dapat melebihi target 30% itu. Pihaknya juga akan berusaha membangkitkan kaum perempuan agar bisa berkiprah di Jawa Barat.
Menurut Suhartini Syahlan, saat ini pihaknya tengah memulai penjaringan perempuan untuk menjadi caleg dalam pemilu legislatif nanti. Mereka yang memenuhi persyaratan dan kesiapan, dengan melihat aktivitas dan loyalitasnya kapada partai akan menjadi perhatian utama dan terlebih dulu mereka akan dididik dulu agar mereka benar-benar siap saat menjadi wakil rakyat. “Jangan sampai dikomentari tidak enak oleh rakyatnya,” tuturnya.
Suhartini juga menyatakan untuk pencalegan nanti, caleg lebih ditentukan dari daerah dapil (daerah pemilihan) sendiri. Sehingga mereka yang menjadi caleg secara emosional benar-benar mengenal daerahnya.
Karenanya juga nanti pada saat akan seleksi nanti lebih verifikasi mengutamakan kepada CV (curiculum vitae) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka Keterbukaan dan loyalitasnya terhadap partai. Dengan perkataan lain mereka juga akan melalui fit and propertest. (hermanto)











