Dengan 400 ekor domba yang dimiliki saat ini, ia mengungkapkan biaya pakan dan operasional yang dikeluarkan mencapai puluhan juta setiap bulannya.
“Tiap bulan untuk domba sekian itu kami membutuhkan kurang lebih 6-7 ton singkong. Kami juga tambahi bekatul dan kedelai, kedelainya sekitar 3 kuintal. Jadi untuk biaya per bulan yang kami keluarkan saat ini, termasuk bayar 4 pegawai kurang lebih Rp 26 juta,” urainya.
Dengan angka itu, Bambang mengaku masih merugi sekitar Rp 20 juta per bulan, mengingat domba yang ia jual saat ini masih yang tertentu saja.
“Kalau dihitung dari segi keuntungan, mohon maaf kami belum bisa cerita. Karena yang kami keluarkan (jual) saat ini masih yang pejantannya (domba) saja. Kalau saya jual banyak domba, saya takut tidak bisa menyerap hasil singkong dari para petani di sini. Jadi kalau dihitung dari nominal, tiap bulan saya rugi sekitar Rp 20 juta pasti ada,” bebernya.













