Bahkan dari Tiongkok, kita belajar bagaimana kebocoran anggaran daerah mengancam stabilitas sosial. Minxin Pei dalam studinya China’s Crony Capitalism: The Dynamics of Systemic Corruption (Cambridge: Harvard University Press, 2016, hlm. 134) mengungkapkan bahwa ketika ruang-ruang publik seperti sekolah dan infrastruktur dasar dijadikan ladang ekstraksi finansial oleh para birokrat, yang runtuh bukan sekadar bangunan beton, melainkan kepercayaan rakyat terhadap negara.
Tanggul rob yang roboh di pesisir Demak dan amplop pungli yang bocor di ruang kelas adalah cermin retak tata kelola kita. Tanpa keberanian untuk membongkar jaring oligarki lokal dan menegakkan transparansi radikal, Demak tidak hanya akan tenggelam oleh air laut, tetapi juga oleh ketidakadilan yang kita biarkan membesar setiap hari.***













