KAB. BANDUNG || bedanews.com — Penulis menerima data dengan rincian 29 obat syrup/ cair yang indikadikan menjadi penyebab gagal ginjal. Dari sejumlah data itu, yang dikuatirkan adalah anak-anak kecil, meskipun orang dewasa pun tidak luput dari ancamannya bila mengkonsimsinya.
Lalu apa yang disebut Gagal Ginjal itu, tanya salah seorang warga Baleendah, Elly (49), yang merasa ngeri dengan banyaknya jumlah obat cair dari data yang diperolehnya itu.
Menurut medis yang dikutif penulis dari salah satu klinik Spedialis Ginjal ada menjelaskan, penyebab utama gagal ginjal adalah tekanan darah tinggi, hiperglikemia, dan asam urat tinggi dalam jangka waktu panjang. Selain itu seperti nefritis akut dan kronis, batu saluran kemih, atau jenis obat oral yang bisa merusak ginjal, juga dapat menyebabkan gagal ginjal.
Manifestasi klinis gagal ginjal adalah mual, muntah, tidak nafsu makan, lekas marah, bau mulut, kulit kering, gatal-gatal, edema berat, distensi abdomen, sulit BAK, anuria, oliguria, lelah/capek, dispnea /sesak napas dan gejala lainnya. Saat ini ada dua metode untuk pengobatan gagal ginjal : Transplantasi ginjal atau Hemodialisis.
Untuk transplantasi ginjal terlalu mahal, tidak mudah untuk menemukan ginjal yang cocok, dan bahkan setelah penggantian ginjal, belum tentu penerima transplantasi dapat hidup selama beberapa tahun. Disebabkan harga mahal, banyak penderita menggunakan hemodialisis untuk mempertahankan hidup. Hemodialisis disebut cuci darah, dengan menggunakan mesin dialisis untuk mengeluarkan kelebihan air dalam darah, toksin serta kreatinin dan nitrogen urea.
Sehingga kreatinin dan nitrogen urea berkurang, namun hanya mengurangi gejala penderita. Setelah mencuci darah hari ini, kreatinin dan nitrogen urea darah turun, dan berikutnya besok kreatinin dan nitrogen urea darah masih akan meningkat kembali.
Mengapa? karena tubuh terus-menerus memproduksi kreatinin dan nitrogen urea setiap harinya, jika fungsi detoksifikasi ginjal tidak dipulihkan, hanya dapat mengandalkan cuci darah. Sedangkan hemodialisis tidak memiliki efek terapeutik pada ginjal sebaliknya dapat mempercepat gagal ginjal.
Untuk kedua kalinya Elly bertanya, “Mengapa obat cair berbahaya itu diumumkannya sekarang setelah di jual bebas bertahun-tahun?”, yang tentu saja penulis tidak bisa menjawabnya.***













