Fondasi ketahanan ekonomi lainnya adalah masjid, tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat ekonomi umat. Lapak-lapak takjil di halaman masjid, koperasi syariah, bazar Ramadhan, hingga program zakat produktif menjadi simpul ekonomi komunitas. Jika dikelola secara profesional, masjid dapat berperan menjadi : 1) Inkubator UMKM, 2) Pusat pelatihan wirausaha. 3) Lembaga pembiayaan mikro. 4) Hub distribusi sosial. Masjid menjadi wadah dan tempat dalam bentuk konkret yang mengintegrasikan nilai spiritualitas dan produktivitas secara alami.
Ketahanan yang Lahir dari Ketulusan
Pada akhirnya, ekonomi Ramadhan menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu lahir dari struktur yang besar dan kompleks. Pun dari ruang-ruang kecil yang sederhana sering kali muncul energi ekonomi yang luar biasa. Lapak takjil di pinggir jalan menjadi simbol ketekunan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi. Dari aktivitas yang tampak sederhana tersebut, terbentuk jaringan produksi, distribusi, dan konsumsi yang melibatkan banyak pihak.












