Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Indonesia dalam konteks logistik adalah biaya logistik yang tinggi. Data menunjukkan bahwa biaya logistik di Indonesia masih berada di kisaran 14%, sementara rata-rata global berada di angka 12%. Dengan pembentukan Klaster Logistik dan peran Pos Indonesia sebagai PMO, diharapkan akan terjadi efisiensi yang dapat menurunkan biaya logistik nasional ke tingkat yang lebih kompetitif.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Prasabri Pesti. “Ada urgensi untuk bisnis logistik. Dari sisi agent of development membantu pemerintah menekan biaya logistik nasional,” ucapnya.
Mengingat pentingnya posisi logistik dalam ekonomi modern, langkah yang diambil oleh Pos Indonesia bukan hanya penting dari segi operasional perusahaan tapi juga memiliki dampak strategis bagi perekonomian nasional.













