Ia menjelaskan, pelatihan pastri diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memulai usaha pembuatan aneka kue dan makanan olahan. Hasil keterampilan tersebut diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan baru, baik dengan menerima pesanan maupun memasarkan produk secara mandiri.
Sementara itu, pelatihan tata rias wajah tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, tetapi juga memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Asep Robin mendorong peserta untuk mengembangkan keterampilan tersebut hingga mampu membuka jasa make up artist (MUA) maupun salon rumahan.
“Kalau keterampilannya terus diasah, ibu-ibu bisa membuka usaha dari rumah. Tidak harus memiliki tempat usaha yang besar, tetapi bisa dimulai dari rumah dengan peralatan yang tersedia,” katanya.













