• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Dari 7 Stategi Kampanye Politik, Kok Kampanye Negatif Lebih Marak

Dari 7 Stategi Kampanye Politik, Kok Kampanye Negatif Lebih Marak

Ki Agus by Ki Agus
18 Mei 2023
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Menerapkan strategi Kampanye dalam Pemasaran Politik,
Menurut Nursal (2004) seperti dilansir dari internet, terdapat beberapa strategi, yaitu: Kampanye Media Massa, Door to Door, Berbasis pada Kegiatan Masyarakat, penggunaan materi iklan, penggunaanTeknologi Informasi dan Komunikasi, Menjalin hubungan dengan elite masyarakat, dan kampanye negatif.

Dari semua strategi yang dijalankan saat ini, ada kecenderungan lebih bersifat pada intervensi partai yang mengagungkan hasil survey, entah sumbernya darimana kita tidak mengetahui, yang menyatakan jumlah prosentase perolehan dukungan partai yang melebihi partai lainnya. Apakah pernyataan itu bisa begitu saja dipercaya serta dijadikan suatu pegangan, nyatanya masih banyak keraguan untuk menyimpulkannya kebenarannya.

Seperti dikatakan Politisi Senior, H. Amien Rais, beberapa waktu lalu, kalau Politik itu bersifat Dinamis yang artinya bukan Salah dan Benar, melainkan bisa menang dan tak kalah. Itu akan terus terjadi sebagai pemenuhan hasrat untuk bisa meraih kemenangan dengan cara apa pun.

Biasanya strategi untuk memenuhi hal tersebut, dengan melakukan kampanye negatif. Sementara Kampanye negatif mempunyai artian sebagai strategi kampanye politik yang dilakukan dengan cara menyerang lawan politik melalui pesan-pesan negatif atau mencoba menampilkan kelemahan dari lawan politik. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi opini publik dan mengurangi dukungan untuk lawan politik. Namun, kampanye negatif sering kali dianggap sebagai taktik yang tidak etis dan dapat menimbulkan reaksi negatif dari publik.

BeritaTerkait

Tutup Rakernas Taekwondo Indonesia 2026, Ketum PBTI: Musuh Adalah Hadiah Bagimu, Ia Memberi Kesempatan Melakukan Hal Terbaik

17 April 2026

DI SURABAYA, PANGKORMAR DAN KETUA GABUNGAN JALASENASTRI KORMAR HALAL BIHALAL BERSAMA PRAJURIT DAN ASN

17 April 2026

Lalu bagaimana cara berkampanye yang sehat itu, Nursal menjelaskan, ada beberapa instrumen yang bisa dipergunakan, seperti,
1. Kampanye media massa adalah upaya kampanye politik yang dilakukan melalui media massa seperti televisi, radio, surat kabar, dan media sosial. Tujuan dari kampanye media massa adalah untuk mencapai publik yang lebih luas dan membangun citra positif bagi kandidat atau partai politik.

2. Kampanye dari pintu ke pintu (door to door) adalah strategi kampanye politik yang dilakukan dengan mengunjungi rumah ke rumah untuk bertemu dengan pemilih potensial. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk membangun hubungan personal dengan pemilih dan mengidentifikasi isu-isu yang penting bagi mereka.

3. Kampanye yang berbasis pada kegiatan masyarakat adalah upaya kampanye politik yang dilakukan melalui partisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat seperti acara sosial, olahraga, dan kegiatan keagamaan. Tujuannya adalah untuk membangun hubungan dengan masyarakat dan memperkenalkan kandidat atau partai politik kepada mereka.

4. Penggunaan materi iklan seperti poster, spanduk, dan brosur adalah strategi kampanye politik yang bertujuan untuk menjangkau publik yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran publik tentang kandidat atau partai politik.

5. Penggunaan Teknologi imInformasi dan Komunikasi (TIK) seperti internet, media sosial, dan pesan singkat adalah strategi kampanye politik yang efektif untuk mencapai pemilih muda dan pemilih yang lebih terkoneksi dengan teknologi. Tujuannya adalah untuk membangun kampanye yang interaktif dan memperkuat interaksi antara kandidat atau partai politik dengan pemilih.

6. Menjalin hubungan dengan elit masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengusaha dapat membantu kandidat atau partai politik membangun citra positif dan meningkatkan dukungan dari segmen tertentu dalam masyarakat.

Instrumen mana yang akan dipilih semuanya pasti berorientasi demi meraih suara dan tentunya bisa menang. Begitu juga dengan kampanye negatif yang tidak jelas sumbernya bisa juga memperoleh kemenangan meski caranya itu tidak lazim.***

Previous Post

Wujudkan Balita Sehat Bebas Stunting, Babinsa Timika Dampingi Pelaksanaan Posyandu

Next Post

Akibat Konsleting Rumah Jajang Kebakaran

Related Posts

TNI-POLRI

Tutup Rakernas Taekwondo Indonesia 2026, Ketum PBTI: Musuh Adalah Hadiah Bagimu, Ia Memberi Kesempatan Melakukan Hal Terbaik

17 April 2026
TNI-POLRI

DI SURABAYA, PANGKORMAR DAN KETUA GABUNGAN JALASENASTRI KORMAR HALAL BIHALAL BERSAMA PRAJURIT DAN ASN

17 April 2026
TNI-POLRI

Pushidrosal Perkuat Sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Melalui Audiensi dan Penandatanganan Kontrak Kerja Sama

17 April 2026
TNI-POLRI

APEL KHUSUS DAN PEMBEKALAN, PANGKORMAR: “JAGA NAMA BESAR KORPS MARINIR”

17 April 2026
Ekonomi

Hadapi Era Digital, BRI Edukasi Mahasiswa Unpad soal AI dan Transformasi Perbankan

17 April 2026
Hukum

PN Bandung Gelar Public Campaign Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

17 April 2026
Next Post

Akibat Konsleting Rumah Jajang Kebakaran

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021