“Meski banyak sekali masuk budaya modern saat ini, malam ini menunjukkan bahwa wayang kulit masih memiliki tempat di hati masyarakat. Tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan,” terangnya.
Kolonel Untoro pun mengharapkan, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional seperti wayang kulit dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menilai, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama agar dapat diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya.
Danrem menambahkan, TNI juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan.
Menurut dia, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan yang dapat menjadi perekat di tengah perbedaan masyarakat.













