Lebih lanjut, Babinsa dengan pangkat Serka ini menambahkan, walaupun dalam berjalannya waktu terkadang menemukan kegagalan namun kegagalan itu merupakan keberhasilan yang tertunda. Motivasi saya terus belajar dan belajar, sehingga Alhamdulillah sampai saat ini kurang lebih sudah 300 sarang atau kurang lebih 300 koloni yang saya kelola,” pungkasnya.
Khasiatnya bagi kesehatan dan stamina tubuh serta harga jual yang tinggi, dan bisa menjadi alternatif usaha bagi masyarakat pedesaan apabila dikelola dengan tepat.
Hasil yang diperoleh selama ini, kalau kemarau dan musim kembang hasilnya mencapai tidak kurang dari kurang 60 liter, tetapi kalau cuaca seperti ini kurang lebih 35 sampai 40 liter.
Rata-rata panen persatu bulan setengah. kemudian dijual dengan harga per liter Rp. 500.000,- di sekitar Sukamara. Ke depan akan kami kembangkan pemasaran ke daerah lain.












