Dalam sambutannya, Pj. Bupati Azwardi menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk membuka kembali luka lama, melainkan sebagai refleksi diri untuk memperkuat semangat, iman, dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana melalui edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa depan.
Danrem 012/TU Kolonel Inf Benny Rahadian menambahkan bahwa bencana tersebut memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya tawakal dan persiapan dini.
“Mari kita ambil hikmah dari peristiwa ini sebagai ujian dan cobaan, sekaligus memperluas pengetahuan dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk meminimalkan dampak bencana,” ujarnya.
Acara dilanjutkan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz H. Abdullah Akib, pimpinan Majelis Belajar Iqro (MBI) sekaligus Imam Rawatib Masjid Agung Meulaboh, diikuti dengan doa dan zikir bersama. Sebagai wujud kepedulian, peringatan ini juga diisi dengan bakti sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim/piatu.












