Menurut Danlanal Tual, terungkapnya penyelewengan BBM bersubsidi itu bermula dari informasi yang dihimpun tim patroli Fleet Quick Response (FQR) saat melaksanakan patroli rutin di perairan laut Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Tim FQR yang sedang berpatroli mencurigai satu buah speed yang sandar di samping KM. Cipta Karya Papua, kemudian setelah didekati dan diperiksa kedapatan sedang mengisi bahan bakar yang merupakan sortir kedua dan masih ada bahan bakar di speed yang digunakan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan total 17 drum atau sekitar 3 Ton bahan bakar jenis solar telah ditransfer masuk, sedangkan sekitar 200 liter bahan bakar tersisa di speed. Setelah itu, tim patroli segera mengamankan kapal dan barang bukti tersebut ke Lanal Tual guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.











