Di hadapan jamaah, Bupati Tulungagung menegaskan bahwa, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang silaturahmi dan dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat.
“Alhamdulillah kita telah melalui sepertiga pertama Ramadhan. Semoga seluruh ibadah kita diterima Allah SWT dan semakin meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Menurutnya, Ramadhan adalah bulan pendidikan—pendidikan kesabaran, kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Tulungagung menjadikan bulan suci sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat persatuan.
“Safari Ramadhan ini menjadi wadah untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Hubungan harmonis antara pemerintah, ulama dan masyarakat harus terus dijaga demi terciptanya situasi yang aman, rukun dan kondusif,” tegasnya.












