Metode Tanpa Olah Tanah (TOT) dikenal sebagai teknik pertanian ramah lingkungan yang mengurangi gangguan tanah, mempertahankan kelembapan, serta meningkatkan kesuburan secara alami. Di tengah tekanan biaya produksi yang tinggi dan dampak perubahan iklim, metode ini dinilai relevan dan strategis.
Lebih dari itu, Letkol Roy menyebut bahwa, penerapan TOT bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga bagian dari pendekatan inklusif dalam pembangunan Desa. “TOT ini membuka ruang bagi perempuan petani dan kelompok rentan lainnya untuk berperan aktif dalam pertanian. Ini bukan hanya tentang produksi, tapi juga pemberdayaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran Kodim 0806. Ia menyebut, peran TNI sangat vital sebagai penggerak di lapangan. “Kolaborasi ini menciptakan semangat baru. TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi Desa,” ujar Imam.













