Acara diawali dengan do’a bersama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia, Dr. K.H. Syafi’i, yang mengajak seluruh hadirin mensyukuri berakhirnya bulan suci Ramadan serta memohon keberkahan, kedamaian dan keselamatan bagi masyarakat Trenggalek. Lantunan doa berlangsung khusyuk dan menjadi pembuka rangkaian malam takbiran yang sarat nuansa religius.
Setelah do’a bersama, suasana semakin semarak ketika tabuh bedug dilakukan secara bersama-sama oleh unsur Forkopimda dan tamu undangan sebagai penanda dimulainya gema takbir malam Idul Fitri. Dentuman bedug yang berpadu dengan kumandang takbir menghadirkan nuansa khas Lebaran sekaligus memperkuat makna persatuan dalam menjaga tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Dikonfirmasi terpisah, Letkol Roy mengatakan, Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.













