Ia menambahkan, aspek kebersihan tidak boleh diremehkan. “Jika terabaikan, risiko keracunan maupun penyakit bisa mengancam penerima manfaat. Kita ingin memastikan niat baik pemerintah benar-benar sampai dalam kondisi terbaik, bukan menimbulkan masalah baru,” kata Letkol Roy.
Hasil pantauan menunjukkan semangat gotong royong para pengelola dapur cukup tinggi. Meski demikian, Dandim tetap menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas pengolahan bahan makanan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula tenaga ahli gizi untuk melakukan evaluasi bersama. Kolaborasi ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar distribusi makanan, tetapi bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif TNI, terutama di bawah komando Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, program MBG di Trenggalek diharapkan bisa menjadi model nasional. Sinergi antarpihak, kepedulian terhadap higienitas, serta konsistensi menjaga kualitas gizi menjadi faktor kunci keberhasilan program menuju generasi emas Indonesia. (Red).













