“Fokus utama kami adalah memastikan makanan bergizi yang diberikan kepada pelajar, ibu menyusui dan kelompok rentan benar-benar aman, higienis, serta memenuhi standar gizi,” ujarnya.
Kehadiran TNI dalam program MBG ini sekaligus menunjukkan sinergi antara aparat pertahanan dengan stakeholder lain, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga pihak sekolah. Menurut Letkol Roy, TNI juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan program strategis pemerintah berjalan maksimal dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami menekankan pentingnya menjaga kebersihan di semua lini, mulai dari penyajian makanan, proses pencucian alat makan, penyimpanan bahan makanan, hingga pengelolaan tempat sampah. Ini kunci agar makanan higienis dan aman dari risiko kontaminasi,” tegasnya saat berdialog dengan pengelola dapur MBG.













