KAB. BANDUNG || bedanews.com — Dana Pinjaman Bergulir yang menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung, dikatakan H. Dasep Kurnia Gunarudin, jumlahnya sangat nanggung dan dipersepsikan tidak akan menumbuhkan usaha produktif bila dana tersebut diharuskan menjadi modal usaha.
Apalagi untuk menanggulangi masalah perkembangan Bank Emok yang saat ini terus merajalela, disebutkan legislator dari Fraksi PKS, jelas tidak akan mampu bersaing. Sebab ketersediaan uang di Bank Emok relatif tinggi ketimbang dana pinjaman bergulir dari pemerintah.
“Kalau dana pinjaman bergulir cuma hanya Rp2 juta sampai Rp3 juta mah, menurut saya sangat tanggung sekali,” katanya di Fraksi, Selasa 5 April 2022.
Dasep menggambarkan, untuk modal UMKM yang berorientasi untuk membangun usaha produktif itu membutuhkan modal usaha minimal Rp10 juta, sementara dana yang akan diterima warga cukup tanggung. Jadi tidak akan nyangkut sama sekali selain hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.













