CSIS mengapresiasi KIB dengan berbagai hal positifnya. Walau demikian, CSIS juga mengingatkan bahwa daya tahan dan soliditas koalisi dini juga dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya, adanya power sharing yang terbuka dan adil di antara partai-partai yang berkoalisi.
“Potensi konflik dapat terjadi apabila elite masing-masing partai anggota tidak dapat memitigasi perbedaan pendapat soal kandidat yang akan diusung,” tutur Arya.
Daya tahan juga dipengaruhi oleh bagaimana KIB mampu merepresentasikan preferensi pemilih untuk memutuskan berkoalisi. Kesalahan dalam memutuskan koalisi akan memengaruhi perolehan suara partai dalam pemilu legislatif.
CSIS juga mengingatkan bagaimana KIB wajib mendisiplinkan kader dari masing-masing partai untuk mendukung kandidat dari calon yang disepakati akan menjadi tantangan tersendiri.













