Menurut Wiwied, peserta diklat notabene adalah para karyawannya. Ia berharap, para karyawan C59 nantinya memiliki kesempatan dan siap bekerja di tempat lain, bahkan luar Jawa Barat.
“Karena masa depan industri garmen kedepannya bisa saja bergeser, tidak lagi di Jawa Barat, tapi Jawa Tengah. Karena UMR (upah minimum regional) di Jateng lebih murah,” tutur Dewan Penasihat OPGI ini.
Kepala Seksi Pengembangan Program Kerja Sama Balai Diklat Industri Jakarta Kementerian Perindustrian Iwan Adrian mengungkap, jika kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi angka satu juta pengangguran. Termasuk juga menciptakan para wirausaha baru.
“Kami fokusnya di Pulau Jawa, terutama di bidang tekstil, jadi tujuannya untuk meningkatkan skill SDM (sumber daya manusia) kita, salah satunya operator mesin jahit,” imbuh Iwan.













