Dulu sebelum kedatangan Islam melalui perjuangan dakwah baginda shollallaahu ‘alaihi wa salam kedzaliman begitu merajalela dan keadilan sulit dicari. Para raja, kaisar, bangsawan dan orang-orang kaya menguasai hukum di tengah-tengah masyarakat. Orang-orang miskin, kaum wanita, apalagi para budak kerap menjadi korban. Dalam kondisi macam itulah Allah subhaanahu wa ta’ala mengutus Nabi shollallaahu ‘alaihi wa salam. sebagai sosok yang adil dan membawa keadilan Islam. Beliau datang untuk melawan berbagai kedzaliman.
Di sinilah letak pentingnya memahami korelasi makna cinta kepada Nabi shollalllaahu ‘alaihi wa salam dengan perjuangan menegakkan keadilan dan menentang kedzaliman. Tak mungkin mencintai Nabi tetapi merobohkan keadilan, lalu berperilaku dzalim atau bersekutu dengan kedzaliman. Ibarat timur dan barat tak akan mungkin bertemu, begitu pula dengan bukti cinta kepada baginda Nabi dengan pengingkaran risalahnya (berlaku dzalim). Seorang Muslim yang mencintai Nabi shollallaahu ‘alaihi wa salam sudah pasti mencintai Islam secara kaffah dengan mengikuti sunnah-sunnah nya.













