Saat itulah cahaya terang memancar menuju rumahnya sayyidah Aminah. Malam itu begitu indah dan tenang karena telah lahir seorang yang kelak akan menjadi Nabi akhir zaman , penebar rahmatan lil’aalamin. Manusia ma’sum yang dilapangkan dadanya, diangkat nama dan kemuliaannya.
Beliau adalah nabi terakhir yang diberi wahyu Al-Quran, Imam para nabi dan Rasul, dan dimuliakan seluruh penduduk langit juga bumi. Kelahiran baginda Rasulullah sesungguhnya merupakan wujud kasih sayang Allah yang dianugerahkan kepada manusia dan alam semesta.
Tanpa beliau, tidak akan ada tahun hijrah. Tanpa beliau, umat manusia akan terus dalam kesesatan. Tanpa beliau, tidak ada sosok uswatun hasanah dengan kesempurnaan akhlaq sebagai penghiasnya.
Namun, baru-baru ini presiden Prancis si Emmanuel Macron laknatullaah telah terang-terangan melakukan penghinaan terhadap baginda Nabi shollallaahu’alaihi wa salam melalui penayangan majalah Charlie Hebdo, di mana dalam majalah itu menampilkan karikatur yang diklaim adalah gambaran baginda Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa salam. Anggapan si Macron laknatullaah ini adalah sebagai bentuk hak berpendapat atas dirinya.













